Cara Hitung Penyusutan Kendaraan

Postingan ini akan membahas Cara Hitung Penyusutan Kendaraan menggunakan metode garis lurus.

Copas dari salah satu pertanyaan pengunjung :

Sy membeli motor 3 tahun lalu seharga Rp.4.700.000…masa pakai motor diperkirakan 4 tahun. harga jual motor tsb skrg ini adlh 2.500.000…berapakah besaran per bulan penyusutan motor itu saat ini ? tolong mas sy lg butuh jawabanx

Untuk menyelesaikan kasus diatas, pertama-tama kita harus mengetahui terlebih dahulu kapan motor tersebut dibeli. Informasi tanggal pembelian penting untuk menentukan waktu dimulainya perhitungan penyusutan.

Dari contoh pertanyaan pengunjung blog diatas, kita berasumsi sebagai berikut :

Pada tanggal 1 Januari 2013 dibeli perahu dengan harga beli Rp. 4.700.000,-. Masa pakai perahu diperkirakan 4 tahun. Pertanyaannya, berapa nilai penyusutan per bulan dan berapa akumulasi penyusutan sampai dengan sekarang (1 Januari 2016)

Jawab :

Pertama, menentukan nilai penyusutan per bulan :

= Harga Perolehan dibagi Umur Ekonomis (4 tahun x 12 bulan)

= Rp. 4.700.000,- : (4 x 12)

= Rp. 4.700.000,- : 48 bulan

= Rp. 97.916,6666666667


banner-iklan-boa-footer


Kedua, menentukan akumulasi penyusutan sampai dengan tanggal 1 Januari 2016

= Nilai Penyusutan Per Bulan dikali Jumlah Bulan (dari 1 Januari 2013 s/d 1 Januari 2016)

= Rp. 97.916,6666666667 x 36 bulan

= Rp. 3.525.000,-

Jika ingin mengetahui nilai buku atas motor tersebut, caranya seperti ini :

= Harga Perolehan dikurangi dengan Akumulasi Penyusutan

= Rp. 4.700.000,- dikurangi Rp. 3.525.000,-

= Rp. 1.175.000,-

Baca juga : Cara menentukan golongan dan umur ekonomis penyusutan aktiva

Mau ikut pelatihan/kurus pembukuan retail menggunakan software ? Daftar Disini

Advertisements

4 thoughts on “Cara Hitung Penyusutan Kendaraan

    1. Setiap aset yang dimiliki oleh perusahaan setiap bulan nilainya akan menyusut (berkurang) karena sebab-sebab tertentu; pemakaian atau kerusakan komponen/elemen. Misal; nilai aset saat dibeli sebesar 1jt, maka setiap bulan nilai aset tsb akan terus berkurang selama umur ekonomis yang telah ditetapkan.
      Sebagian perusahaan menggunakan nilai sisa (nilai buku) untuk menaksir harga jual jika aset tsb akan dijual. Tentunya dg mempertimbangkan kondisi lain dari aset itu juga.

      Cara perhitungan untuk mendapat nilai buku sbb :
      Nilai aset (harga perolehan) dibagi umur ekonomis akan mendapatkan nilai penyusutan per bulan.
      Nilai penyusutan per bulan dikali akumulasi penyusutan tsb
      Hasilnya dipakai sebagai pengurang nilai aset.

      Contoh perhitungannya:
      Nilai aset 1jt yang dibeli tgl 20 Januari dg umur ekonomis (masa manfaat) 4 tahun
      = 1jt : 48 bulan (4 tahun x 12)
      = 20.833,3333333333 << ini nilai penyusutan per bulan

      Mencari akumulasi penyusutan
      Penyusutan per bulan x bulan yang telah berjalan.
      Misal beli aset tgl 20 januari, skrg bulan mei. Artinya sdh berjalan 3 bulan (feb, mar dan april, bulan mei tdk dihitung)
      = 20.833,3333333333 x 3 bulan
      = 62.500 <<< ini nilai akumulasi penyusutan

      Mencari nilai sisa (nilai buku)
      = 1jt – 62.500
      = 937.500 << inilah nilai sisa (nilai buku)

      Semoga membantu dan terima kasih sudah berkunjung

Tinggalkan pesan yaa...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s