Ada BoA, Stok Barang Gudang Beresss

barang-gudang”Biar gak ribet ngurus stok barang di gudang, pakai BoA ajalah

Kebanyakan perusahaan dagang maupun distributor (yang pernah Kami tangani), mengabaikan kondisi stok barang dagangannya. Padahal didunia retail, kondisi stok merupakan salah satu komponen terpenting dalam usahanya. Kurangnya perhatian pada stok barang akan berdampak banyak pada usaha kita, misalnya: bagaimana kita akan mengetahui barang-barang fast moving dan slow moving, barang mana yang sudah habis/stok berkurang digudang, barang mana yang perlu dipesan ke supplier dalam minggu/bulan ini apabila kita tidak memperhatikan kondisi barang dagangan kita sendiri. Jika Anda pusing untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, sudah saatnya Anda mempertimbangkan untuk membeli software persediaan yang dapat membantu dan permasalahan ini.

Permasalahan seputar barang/stok yang sering Kami temukan dilapangan adalah sebagai berikut :

  1. Keluar/masuk barang tidak tercatat dengan baik dan rapih. Apabila hal ini terjadi, maka sudah dapat dipastikan anda tidak akan bisa menganalisa barang-barang anda. Seharunya anda sebagai pemilik perusahaan, menyediakan kartu stok dan mengharuskan staff gudang anda mengisinya dengan baik dan benar
  2. Staff hanya mengetahui harga jual barang namun tidak mengetahui harga pembelian barang. Ini akan membuat kesulitan apabila anda meminta staff anda untuk memberikan laporan laba/rugi suatu barang. Berapa keuntungan saya menjual barang tertentu dengan harga beli dan harga jual sekian.
  3. Pencatatan retur barang yang tidak sesuai antara fisik barang dan dokumen surat retur. Seharusnya, staff gudang memeriksa dengan teliti antara fisik barang yang di retur dan dokumen retur yang mereka terima. Apabila ada kesalahan, minta staff gudang anda untuk mengklarifikasi kepada si pengirim retur barang tadi sebelum barang retur masuk ke gudang.
  4. Barang-barang yang sudah rusak atau sudah kadarluarsa, dibiarkan mengendap di gudang. Barang-barang seperti ini jelas akan sangat berbahaya apabila sempat dijual kepada pelanggan. Beberapa pelanggan yang kritis, bisa saja bertindak pada saat mereka membeli barang tersebut. Namun anda juga harus memikirkan pelanggan-pelanggan yang ‘diam’. Beberapa pelanggan-pelanggan yang ‘diam’ ini bisa berpotensi masalah bagi anda dan perusahaan anda. Mereka bisa saja mengadukannya kedalam surat pembaca dalam harian offline maupun online, seiring dengan makin mudahnya akses internet di jaman sekarang.
  5. Kebiasaan menumpuk faktur pembelian dan faktur penjualan. Karena disibukkan dengan rutinitas harian mereka, sering sekali mereka mengabaikan faktur pembelian dan faktur penjualan. Faktur-faktur ini dibiarkan menumpuk tanpa di rekap kedalam catatan formal. Apabila kejadian ini menimpa perusahaan anda, dapat dipastikan anda tidak akan mengetahui secara cepat kapan anda harus membayar hutang kepada pemasok anda dan kapan anda harus menagih hutang kepada pelanggan anda
  6. Untuk barang-barang yang memerlukan proses terlebih dahulu sebelum dijual, sering kali ditemukan tidak adanya catatan jumlah barang yang dikeluarkan/dipakai untuk produksi dan jumlah barang dari hasil produksi.
  7. Kesalahan pencatatan pada pembelian/penjualan. Misalnya; seharusnya barang A yang dibeli/dijual, namun yang dicatat keluar adalah barang B. Hal ini akan berdampak kesalahan laporan stok barang anda. Kejadian ini sering terjadi pada perusahaan retail/swalayan.
  8. Informasi perubahan harga jual yang tidak sampai kepada bagian penjualan atau staff lain. Sebaiknya informasi tentang kenaikan/penurunan harga jual dipasang di mading perusahaan yang dapat dengan mudah dibaca oleh seluruh staff. Jangan sampai terjadi kesimpangsiuran informasi akan harga jual. Ungkapan “seluruh staff adalah marketing dari perusahaannya” adalah ungkapan yang menurut saya benar sekali. Adakalanya pelanggan datang dan menanyakan harga suatu barang kepada staff lain yang bukan staff penjualan. Adabaiknya, informasi tentang variant barang dan harga jual barang diketahui oleh seluruh staff. Pelanggan akan merasa senang bertransaksi dengan anda apabila mereka mendapatkan jawaban dari apa yang mereka tanyakan.
  9. Pengadaan stok opname. Bagi beberapa perusahaan, stok opname masih dianggap kegiatan yang tidak/belum dibutuhkan. Perusahaan retail yang baik, akan melakukan stok opname 1 bulan sekali atau minimal 4 kali dalam setahun. Stok opname sangat berguna untuk mengetaui kondisi barang-barang anda digudang (barang rusak/hilang/kadarluarsa dls)
  10. Hasil perhitungan stok opname yang  kurang akurat. Biasanya hasil perhitungan stok opname yang kurang akurat baru bisa berdampak satu bulan setelah stok opname berlangsung. Salah satu contoh adalah; adakalanya barang yang pada saat stok opname dinyatakan telah habis, namun pada kenyataannya masih ada dan dijual oleh bagian penjualan.

Demikian sedikit tulisan Kami mengenai stok barang. Sekarang tinggal anda menentukan, apakah anda masih ingin mengabaikan kondisi stok barang dagangan anda ?

Baca juga : Solusi Bisnis Retail


Tinggalkan pesan yaa...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s